Selasa, 06 Maret 2012

KALIGRAFI PRAKTEK KESENIAN

Kaligrafi Keindahannya Tak Cuma pada Tulisannya.
Banyak faktor yang mempengaruhi keindahan seni kaligrafi. Bukan sekedar dari bentuk huruf hurufnya, keindahan kaligrafi juga ditentukan dari komposisi warna dan bentuk ornament yang mengelilinginya.

Kaligrafi merupakan kata serapan dari bahasa Yunani yang berarti “menulis indah”. Di Indonesia, seni tulis ini sudah cukup lama ada dan sering dikaitkan dengan religi. Sejarah mencatat bahwa kaligrafi merupakan media yang banyak dipakai dalam mengembangkan kebudayaan arab dan seni Islam sejak abad ke-14.
Sebagai seni tulis, ada beberapa gaya penulisan dalam kaligrafi Islam. Menurut Kurnia Agung Robiansyah (25)- seniman kaligrafi dari NOQTAH Islamic Calligraphy- setidaknya ada 7 gaya penulisan bahasa arab di dalam seni kaligrafi, yaitu Tsuluts, Naskhi, Diwani, Diwani Jaly, Farisi, Riq’a dan Kufi.
Diantara ke 7 gaya penulisan itu, kufi adalah gaya kaligrafi tertua dan banyak digemari terutama sering digunakan sebagai hiasan pemanis ruangan pribadi dan rumah. Kalau dilihat dari bentuknya, gaya Kufi memiliki ciri khas tersendiri yaitu berkarakter kotak pada tulisannya. Hal ini pulalah yang menjadikan kaligrafi jenis ini banyak dijadikan pilihan terutama bagi mereka yang menyukai kesan simple-minimalis. Sementara untuk dekorasi interior-eksterior masjid, yang sering digunakan adalah jenis kaligrafi Thuluth, Naskhi, diwani jaly serta jenis-jenis kaligrafi lainnya, yang dipercantik dengan hiasan atau ornamen-ornamen plural dan arabesk.

Kaligrafi Sebagai Seni
Dulu, banyak orang menggunakan kaligrafi untuk dekorasi masjid atau ruang ibadah. Tapi sekarang ini, rumah tinggal pun banyak yang mmenggunakan kaligrafi sebagai elemen dekorasi.
Menurut Kurnia yang beberapa kali menang dalam lomba penulisan kaligrafi, secara umum kaligrafi banyak diaplikasikan langsung pada dinding. Namun bukan berarti dinding adalah satu-satunya media untuk kaligrafi. Kaligrafi bisa dibuat di atas permukaan tembaga yang dikerjakan dengan teknik ketok pada dasar plat tembaga, permukaan kuningan dengan teknik etching dan ketok, permukaan cermin akrilik, permukan kanvas dan permukaan kertas. kaligrafi yang ditulis di atas kertas biasanya berbentuk tulisan naskah yang pada prose pembuatannya mengacu pada pedoman qawa’idul al-khat.
Kaligrafi juga bisa dibuat dari bahan kayu, baik kayu solid atau MDF (Medium density fibreboard). Beberapa ornament kaligrafi kayu banyak dibuat sebagai border dinding atau hiasan yang digantung di dinding.
Karena merupakan sebuah seni, kaligrafi juga dikembangkan dengan pendekatan seni lukis. Beberapa seniman kaligrafi membuat kaligrafi di atas kain kanvas sebagai sebuah lukisan utuh yang memiliki arti kesatuan antara tulisan dan lukisan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar